https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/issue/feedProsiding Musyawarah Nasional Forum Kedokteran Swasta Indonesia 20222022-12-27T18:45:19+00:00Open Journal Systems<p>TEMA : BACK TO THE BASIC, HEART-BASED EDUCATION AS FUNDAMENTAL ASPECT IN MEDICAL EDUCATION</p>https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/2Learning Burnout Sebagai Dampak Paparan E-Learning Selama Pandemi2022-12-25T22:17:04+00:00Oktarinayayasan@karyasains.or.idDede Renovaldiyayasan@karyasains.or.idAulia Adilahyayasan@karyasains.or.id<p><strong>Latar Belakang </strong><strong>:</strong><strong> </strong>E-learning merupakan bentuk pembelajaran elektronik atau alat pembelajaran yang mengubah metode pembelajaran menjadi berbasis <em>online</em>. Kendala dalam e-learning antara lain kurangnya konsentrasi, pemahaman, masifnya materi pembelajaran, terbatasnya interaksi, serta perasaan terisolasi. <em>Learning burnout</em> (LBO) merupakan kombinasi antara kelelahan emosional, sinisme, dan ketidakefektifan akademik yang dipicu oleh faktor seperti aktivitas yang masif dan tingginya tuntutan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi hubungan antara durasi paparan e-learning dengan terjadinya LBO pada mahasiswa kedokteran. </p> <p><strong>Subjek dan Metode </strong><strong>: </strong>Studi observasional analitik ini menggunakan desain <em>cross sectional</em>. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) pada Maret-Juni 2021. Subyek adalah mahasiswa aktif kedokteran tahap preklinik, dan 345 orang dilibatkan melalui teknik <em>convenience sampling</em>. Kuesioner yang diadaptasi dari Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) digunakan untuk mengukur LBO, kemudian skor dikategorikan berdasarkan median menjadi kelompok rendah dan sedang. Kuesioner paparan e-learning dikembangkan oleh peneliti untuk mengidentifikasi jumlah jam/minggu penggunaan e-learning. Nilai Chronbach alpha dari kuesioner ini adalah 0,84.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>:</strong><strong> </strong>Regresi logistik digunakan untuk menganalisis hubungan durasi paparan e-learning dengan LBO. Nilai <em>p</em> adalah 0,046 (Sig.) dengan CI 1-1,04, dengan nilai Exp(B) 1,02.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong><strong> </strong>Berdasarkan hasil Exp(B), mahasiswa yang mengalami paparan durasi e-learning perhari lebih tinggi berisiko mengalami LBO 1,02 kali lebih besar daripada yang terpapar e-learning rendah. Kegiatan pembelajaran perlu dirancang secara proporsional dengan mempertimbangkan kegiatan belajar mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa. Dengan demikian, paparan e-learning berlebihan dapat dihindari, dan mahasiswa memiliki cukup waktu untuk kegiatan rekreasi lainnya.</p>2022-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/3ANALISIS KAJIAN KESEHATAN DAERAH TERTINGFAL, PERBATASAN DAN KEPULAUAN (DTPK) KABUPATEN SUMBA TENGAH2022-12-25T22:28:10+00:00Indra Adi Susiantoyayasan@karyasains.or.idPerigrinus H. Sebongyayasan@karyasains.or.idCipta Pramanayayasan@karyasains.or.id<p>Tantangan pembangunan kesehatan daerah tertinggal berkaitan dengan berbagai faktor, yang antara lain meliputi kondisi geografis yang menghambat akses ke fasilitas pelayanan kesehatan; keterbatasan sumber daya untuk membiayai pelayanan kesehatan; kondisi kelangkaan sumber daya manusia yang menjalankan pelayanan kesehatan; dan faktor-faktor sosial budaya masyarakat yang menghambat utilisasi pelayan kesehatan yang tersedia. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis kapasitas dan kesiapan tenaga kesehatan (dokter) dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menjalankan peran dan fungsinya sesuai regulasi/NSPK. Penelitian ini adalah campuran dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. FK Unika, mempunyai misi khusus berupa <em>technical assistant </em>untuk seluruh tenaga kesehatan baik di level <em>primary</em><em> </em><em>care</em><em> </em>maupun di level Rumah sakit.</p>2022-12-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/4Tinjauan Sistematik: Epidemiologi Hepatitis A pada Anak di Indonesia2022-12-27T17:41:30+00:00Stefani Mirandayayasan@karyasains.or.idRonald Pratama Ayayasan@karyasains.or.id<p><strong>Latar Belakang</strong><strong>:</strong><strong> </strong>akhir-akhir ini dengan merebaknya kasus hepatitis yang belum jelas diketahui penyebabnya yang menyerang anak-anak di berbagai negara di dunia menyebabkan perhatian dunia kesehatan akan hepatitis meningkat, khususnya yang menyerang pasien anak. Hepatitis A merupakan penyebab hepatitis infeksi tersering ditemui pada pasien anak. Data dari WHO menunjukkan di daerah dengan endemisitas hepatitis A tinggi, prevalensi kasus hepatitis A anak juga tinggi. Hal ini didukung data RISKESDAS tahun 2018 bahwa kelompok usia di bawah satu tahun menempati posisi kedua persentase terbesar prevalensi hepatitis (0,45%) di Indonesia. Laki-laki lebih besar prevalensinya (0,4%) dibandingkan perempuan (0.39%), dan mereka yang tinggal di perkotaan lebih besar prevalensinya (0,4%) daripada di pedesaan (0,38%). Tinjauan sistematik ini disusun untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai epidemiologi hepatitis A pada anak di Indonesia.</p> <p><strong>Sub</strong><strong>jek dan Metode: </strong> metode penelitian berupa tinjauan sistematik terhadap literatur dari Google Scholar, ProQuest, Pubmed, ScienceDirect dan Cochrane sesuai algoritma PRISMA. Literatur yang dipilih adalah yang menggunakan metode observasional analitik, deskriptif, dan tinjauan pustaka. Pencarian literatur dilakukan memakai kata kunci yang relevan.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>:</strong><strong> </strong>literatur yang ditemukan sebanyak 390 artikel dan tidak terdapat duplikasi. Dari 390 artikel, tersisa 19 artikel yang dapat di telaah yang lolos skrining abstrak dan judul. 3 dari 19 artikel di eksklusi sehingga didapatkan 16 artikel untuk di tinjau secara sistematik.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong><strong> </strong><strong>: </strong>Hepatitis A pada anak di Indonesia disimpulkan terbanyak pada anak laki-laki usia 11-17 tahun dengan kebiasaan tidak CTPS di Provinsi Jawa Timur.</p>2022-12-21T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/5Efek Paparan Particulate Matter (PM) 2,5 dan Diet Tinggi Lemak Terhadap Kadar Ureum dan Kreatinin Tikus Wistar2022-12-27T17:49:51+00:00Uly Astuti Siregaryayasan@karyasains.or.idRizka Veniyayasan@karyasains.or.id<p><strong>Latar Belakang</strong>: Polusi udara menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan di dunia. Faktor resiko terjadinya Gagal Ginjal Kronis (GGK) antara lain karena faktor lingkungan dan obesitas. Banyak penelitian yang menunjukkan hubungan yang positif antar paparan <em>Particulate</em><em> </em><em>Matter</em><em> </em>(PM)</p> <p>2.5 dengan kerusakan ginjal. Pemberian diet tinggi lemak dapat memicu obesitas dan menyebabkan kerusakan berbagai organ diantaranya ginjal. Paparan PM 2.5 dan pemberian diet tinggi lemak dapat menimbulkan meningkatnya stres oksidatif dan peradangan sistemik. Indikator gangguan fungsi ginjal adalah dengan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin serum.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Menganalisis efek paparan PM 2.5 dan diet tinggi lemak terhadap kadar ureum dan kreatinin serum pada tikus <em>wistar</em>.</p> <p><strong>Subjek dan Metode</strong>: Metode penelitian ini menggunakan <em>post test control group design</em>. Delapan belas ekor tikus <em>wistar </em>dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok paparan PM 2,5 dengan diet normal, kelompok paparan PM 2,5 dengan diet tinggi lemak dan kelompok kontrol yang tidak diberi paparan PM 2,5. Kadar uerum dan kreatinin serum diperiksa setelah paparan selama 30 hari.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil pemeriksaan kadar ureum serum pada kelompok diet normal (24.71±5.25 mg/dl) lebih tinggi dibandingkan kadar ureum pada kelompok diet tinggi lemak (21.30±3.06 mg/dl) dan kelompok kontrol (23.43±4.93 mg/dl). Pada uji <em>one way </em>Annova tidak didapatkan perbedaan (p>0,05) kadar ureum antar kelompok. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin serum pada kelompok diet tinggi lemak (0.53±0.05 mg/dl) lebih tinggi dibandingkan pada kelompok diet normal (0.36±0.13 mg/dl) dan kelompok kontrol (0.30±0.08 mg/dl). Analisis dengan uji <em>Kruskal wallis</em><em> </em>menunjukkan perbedaan (p>0.05) kadar kreatinin, dan pada uji <em>Mann</em><em> </em><em>whitney</em><em> </em>menunjukan terdapat perbedaan (p<0.05) antara kelompok diet normal dengan kelompok diet tinggi lemak dan kelompok diet tinggi lemak dengan kontrol.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Paparan PM 2,5 tidak menyebabkan perbedaan kadar ureum serum antar kelompok dan pemberian diet tinggi lemak dapat meningkatkan kadar kreatinin serum secara bermakna.</p>2022-12-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/6Gambaran kandungan antioksidan senyawa polifenol golongan flavonoid pada kurma ajwa (madinah), kurma sukari (mesir), kurma khalas (dubai), dan kurma golden valley (mesir) dengan metode spektrofotometri uv-vis2022-12-27T17:55:38+00:00Rachmat Faisal Syamsuyayasan@karyasains.or.idAchmad Harun Muchsinyayasan@karyasains.or.id<p><strong>Latar Belakang</strong><strong>:</strong><strong> </strong>Berdasarkan Riset Kesehatan dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi penyakit degeneratif semakin meningkat. Penyebab kematian utama adalah stroke diikuti hipertensi, diabetes mellitus hingga tumor. Penyakit degeneratif ini salah satunya disebabkan karena stress oksidatif, yaitu banyaknya jumlah oksidan dalam tubuh melalui proses oksidasi. Polifenol sebagai antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron radikal bebas dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas. Flavonoid adalah golongan dari senyawa polifenol yang mengandung 60%-80% polifenol. Diantara tumbuhan yang mengandung kadar tinggi senyawa polifenol golongan flavonoid adalah Kurma Ajwa (Madinah) dan varietas lainnya seperti kurma Sukari (Mesir), Kurma Medjool (Palestine), Kurma Khalas (Dubai), Dan Kurma Golden Valley (Mesir). Penelitian ini bertujuan membandingkan kandungan antioksidan Senyawa Polifenol Golongan Flavonoid Pada Kurma Ajwa (Madinah), Kurma Sukari (Mesir), Kurma Khalas (Dubai), Dan Kurma Golden Valley (Mesir).</p> <p><strong>Sub</strong><strong>jek dan Metode</strong> Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang maksimum 438 nm, dengan menngunakan kuersetin sebagai pembanding.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>:</strong><strong> </strong>Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar Flavonoid tertinggi pada Kurna Ajwa Gold dengan rata-rata 37,3 mgQE/g, lalu Kurma Ajwa Hq 23,013 mgQE/g, Kurma Golden Valley 21,417 mgQE/g, Kurma Khalas 17,633 mgQE/g, dan Kurma Sukari 17,233 mgQE/g.</p> <p><strong>Kesimpulan </strong><strong>:</strong><strong> </strong><strong>: </strong>Kadar Antioksidan tertinggi senyawa Polifenol, golongan Flavonoid terdapat pada Kurma Ajwa Gold dibanding kurma-kurma lainnya.</p>2022-12-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/7Surveilans dan Upaya Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang Melalui Sistem Integrasi Tunggal Dara di Puskesmas Gunungpati2022-12-27T18:01:43+00:00Fatinah Shahabyayasan@karyasains.or.idFika Khulma Sofiayayasan@karyasains.or.id<p><strong>Latar Belakang</strong><strong>:</strong><strong> </strong>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kota Semarang menduduki peringkat atas di Jawa Tengah maupun tingkat nasional dengan jumlah DBD tahun 2021 mencapai 226 kasus. Puskesmas Gunungpati sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama bertanggung jawab terhadap kesehatan di wilayah kerjanya. Tunggal Dara (Bersatu Tanggulangi Demam Berdarah) merupakan aplikasi sistem integrasi yang bertujuan menjembatani hambatan yang muncul dalam upaya pengendalian DBD di kota Semarang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemanfaatan aplikasi Tunggal Dara dalam membantu pelaksanaan surveilans dan upaya pengendalian DBD di puskesmas Gunungpati Kota Semarang.</p> <p><strong>Subj</strong><strong>ek dan Metode: </strong> Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder di puskesmas Gunungpati. Data primer didapatkan dengan observasi langsung, sedangkan data sekunder melalui dokumentasi dan laporan surveilans.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>:</strong><strong> </strong>Aplikasi Tunggal Dara digunakan sejak tahun 2020 dalam menyediakan informasi rekam medis pasien dan laporan terkait pasien di kota Semarang. Pelaporan dilakukan secara online dan <em>realtime</em>. Penyelidikan Epidemiologi (PE) kasus DBD dilakukan dalam 1x24 jam. Masyarakat dan kader melaporkan hasil kegiatan PSN 3M melalui format sms kepada server.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong><strong> </strong>Peran serta seluruh sektor dapat dilakukan secara sinergis melalui sistem ini dan memungkinkan seluruh sektor dapat melaporkan dan menerima informasi yang berkaitan dengan DBD sehingga kasus DBD dapat ditekan penyebarannya.</p>2022-12-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/8Aedes aegypti, In Memoriam Selama Pandemi Covid-19?2022-12-27T18:08:01+00:00Erina Yatmasariyayasan@karyasains.or.id<p><strong>Latar Belakang</strong><strong>:</strong><strong> </strong>Pencegahan penyebaran Demam Berdarah <em>Dengue </em>masih bertumpu pada pengendalian vektor utamanya, yaitu nyamuk <em>Aedes aegypti.</em> Kejadian Demam Berdarah <em>Dengue</em> di Indonesia masih tinggi setiap tahunnya dan masih banyak menyebabkan kematian. Dua tahun terakhir ini kejadian dan penularan Demam Berdarah <em>Dengue </em>di Indonesia ‘tertutupi’ oleh pandemi Covid-19, demikian pula upaya pengendalian vektornya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme upaya pengendalian vektor Demam Berdarah <em>Dengue </em>di Indonesia selama pandemi Covid-19.</p> <p><strong>S</strong><strong>ubjek dan Metode: </strong> Subjek dalam penelitian ini adalah artikel jurnal Indonesia yang sedikitnya terindeks <em>Google Scholar</em> yang meneliti dan membahas mengenai nyamuk <em>Aedes aegypti, </em>yang dipublikasikan dalam masa pandemi Covid-19.<em> </em>Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian telaah literatur.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>:</strong><strong> </strong>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian vektor Demam Berdarah <em>Dengue </em>di Indonesia selama pandemi Covid-19 melalui berbagai mekanisme yang berkaitan dengan identifikasi morfologi dan siklus hidup <em>Aedes aegypti.</em></p> <p><strong>Kesimpulan </strong><strong>:</strong><strong> </strong><strong>:</strong><strong> </strong>Mekanisme upaya pengendalian vektor Demam Berdarah <em>Dengue </em>di Indonesia selama pandemi Covid-19 masih berkaitan dengan identifikasi morfologi dan siklus hidup nyamuk <em>Aedes aegypti.</em></p>2022-12-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/9LAPORAN KASUS: INDUKSI PBL PADA SISWA KELAS XII SEBAGAI PERSIAPAN MENJALANI PENDIDIKAN KEDOKTERAN2022-12-27T18:13:58+00:00Florence Pribadiyayasan@karyasains.or.idAreta Idartoyayasan@karyasains.or.id<p><strong>Latar</strong><strong> </strong><strong>Belakang</strong>: Demografi mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (FKUC) beragam, sehingga terdapat variasi metode pengajaran dan gaya belajar yang didapat sebelumnya. Mahasiswa baru dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan, materi dan metode belajar pendidikan kedokteran dalam waktu singkat. Salah satu metode belajar utama di FKUC adalah metode belajar melalui pendekatan masalah PBL (<em>Problem-based learning</em>). Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra berinisiatif untuk memberikan kelas induksi pada siswa kelas XII untuk menginisiasi transformasi metode belajar sebagai persiapan menjalani pendidikan di FKUC.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Memaparkan hasil kelas induksi PBL di FKUC, yang dapat menjadi model bagi institusi pendidikan kedokteran lainnya.</p> <p><strong>Subjek dan Metode</strong>: Kelas induksi diikuti oleh 25 siswa kelas XII yang telah mendaftar di FKUC, dari Sekolah Menengah (SMA/MA) di pulau Jawa, dan menyatakan bersedia mengikuti kelas selama 3 minggu. Peserta dibagi dalam kelompok dan mendapatkan dua skenario. Tiap skenario diselesaikan dengan dua sesi tutorial secara daring, dan ditutup dengan diskusi pleno secara luring. Skenario telah diulas oleh guru biologi SMA, dan dinyatakan memiliki tingkat kesulitan lebih dari pelajaran yang telah dipelajari. Setelah menyelesaikan kelas, peserta mengisi kuesioner yang berisi 10 pertanyaan tentang proses PBL dan 11 pertanyaan mengenai peran tutor dengan skala likert, serta pertanyaan terbuka tentang seluruh proses.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Sebanyak 21 dari 25 peserta mengumpulkan kuisioner, dan sebanyak 95% menilai proses induksi menarik dan sangat bermanfaat bagi calon mahasiswa FKUC.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Sesi induksi bermanfaat untuk mempersiapkan dan meningkatkan kepercayaan diri calon mahasiswa dalam menjalani pendidikan kedokteran.</p>2022-12-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/10Departemen Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra2022-12-27T18:19:52+00:00Ruby Riana Aspariniyayasan@karyasains.or.idFaridatuz Zakiyahyayasan@karyasains.or.idFathiyah Safithriyayasan@karyasains.or.id<p>Cleft lip (CL) is a congenital abnormality in which there is a cleft in the lip under the ala nasi and if it extends to the ceiling it is called a cleft lip palate (CLP). The cause of non-syndromic CLP is DNA damage. This paper aims to determine the differences in level of DNA damage in non-syndromic CL and CLP patients. The method used is colorimetric ELISA using blood samples of CL and CLP patients at the CLP center of the Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Malang. Total samples obtained was 44 samples with 12 samples from non-syndromic<em> </em>CL patient and 32 samples from non-syndromic CLP patient. The results showed that the level of DNA damage did not show a significant difference (unpaired t test, p = 0.378) in non-syndromic CL and CLP patients.</p>2022-12-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/11Upaya Promotif terhadap Learning Burnout pada Pelajar dan Mahasiswa2022-12-27T18:24:36+00:00Dede Renovaldiyayasan@karyasains.or.idOktarinayayasan@karyasains.or.idGladys Dwiani Tubaradyayasan@karyasains.or.idAldi Fakhrul Roziyayasan@karyasains.or.idAlfi Liani Sakinahyayasan@karyasains.or.id<p><strong>Latar Belakang</strong><strong>:</strong><strong> </strong><em>Learning Burnout</em> (LBO) merupakan kondisi mental seseorang ketika mengalami rasa jenuh dan kelelahan yang parah sehingga timbul rasa lesu dan tidak bersemangat melakukan kegiatan belajar. LBO adalah kombinasi antara kelelahan emosional, sinisme, dan ketidakefektifan belajar yang dapat terjadi akibat meningkatnya tuntutan belajar. Beberapa studi menemukan bahwa terdapat hubungan antara paparan konferensi virtual selama pembelajaran di masa pandemi dengan terjadinya LBO. Pelajar dan mahasiswa sangat rentan mengalami LBO terutama akibat dampak dari perubahan metode pembelajaran menjadi daring selama masa pandemi sehingga dapat mempengaruhi pembelajaran dan capaian akademik. kegiatan ini merupakan webinar edukasi untuk memberikan pengetahuan mengenai LBO sebagai upaya promotif terhadap LBO pada pelajar dan mahasiswa.</p> <p><strong>Subjek Dan Metode: </strong>kegiatan dilaksanakan pada Januari 2022 dengan partisipan berjumlah 154 orang, terdiri atas pelajar dan mahasiswa dari berbagai institusi. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah angket pertanyaan melalui <em>google form</em> dan menggunakan analisis data deskriptif sebaran rerata.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>:</strong><strong> </strong>berdasarkan pengumpulan data didapatkan 55% dari total partisipan belum mengenal LBO sebelum webinar, 98% partisipan mengetahui LBO dapat disebabkan tingginya tuntutan belajar, 87,6% partisipan mengetahui sinisme merupakan salah satu aspek dari LBO, 97,4% partisipan mengetahui bahwa penurunan prestasi/nilai akademik merupakan salah satu gejala LBO, 92,8% partisipan mengetahui LBO yang diabaikan dapat menyebabkan gangguan kejiwaan, dan 99% partisipan mengetahui bahwa LBO dapat dicegah.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong><strong> </strong><strong>: </strong>upaya promotif terhadap LBO pada pelajar dan mahasiswa dalam bentuk webinar dapat memberikan pemahaman mengenai LBO sehingga partisipan dapat mengenal, mencegah, dan mengatasi dampak yang dapat terjadi akibat LBO terutama terkait pembelajaran dan pencapaian tujuan belajar akademik.</p>2022-12-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/12ANALISIS HASIL TUAIAN PREPARASI SPERMA DENGAN METODE DGC (DENSITY GRADIENT CENTRIFUGATION) DIBANDING METODE WSU (WASHING SWIM UP)2022-12-27T18:33:05+00:00Jason Renaldoyayasan@karyasains.or.idHarman Agusaputrayayasan@karyasains.or.idCharles Siahaanyayasan@karyasains.or.id<p>Infertilitas merupakan salah satu masalah di dalam hubungan pernikahan. Hal tersebut menyebabkan munculnya teknik reproduksi berbantu dengan berbagai macam metode yang digunakan untuk membantu pasangan mendapatkan keturunan. Contoh teknik reproduksi berbantu sendiri seper in-vitro fertilisation dan intra uterin insemination. Preparasi sperma adalah salasatu bagian dari kedua metode tersebut yang sangat penting dalam melakukan teknik reproduksi berbantu. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan metode preparasi sperma apakah yang baik digunakan sehingga dapat mendapatkan sperma yang motil. Sampel penelitian yaitu 32 laki-laki pasangan infertil dari klinik infertilitas Rumah Sakit Baptis Kediri dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa rata-rata awal sebelum preparasi sperma dengan menggunakan metode DGC 11,700 juta, hasil rata-rata setelah preparasi sperma dengan metode DGC 3,100juta, rata-rata awal sebelum preparasi dengan metode WSU 14,681 juta, dan rata-rata setelah preparasi dengan menggunakan metode WSU 2,281 juta. Pada penelitian ini tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara konsentrasi sperma motil sebelum dan sesudah preparasi sperma dimana angka signifikansi adalah 0.908 pada taraf signifikansi ,000 (p<0,005).</p>2022-12-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/13PENGARUH INHALASI VAPE, EKSTRAK TEMBAKAU, ASAP ROKOK TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI DIAMETER ALVEOLI PADA PARU TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) SECARA EKSPERIMENTAL2022-12-27T18:39:28+00:00Patrick Ferdinandyayasan@karyasains.or.idAnna Lewi Santosoyayasan@karyasains.or.idSudibjoyayasan@karyasains.or.idSalmon Charles Siahaanyayasan@karyasains.or.id<p>Menurut RISKESDAS (2018), prevalensi nasional perokok yang berumur diatas 10 tahun di Indonesia, baik yang menghisap sehari-hari maupun kadang-kadang, sebanyak 28,8%. Tingginya prevalensi tersebut karena ketergantungan nikotin yang merupakan bahan aktif utama dari tembakau. Nikotin merupakan senyawa yang merangsang reseptor asetilkolin pada neuron yang berisi dopamin, sehingga dopamin meningkat di pusat <em>brain reward system</em>. Baik rokok konvensional maupun rokok elektrik, keduanya sama-sama menggunakan nikotin dan mengandung bahan lain bersifat toksik yang karsinogenik pada paru-paru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh inhalasi vape, ekstrak tembakau, dan asap rokok terhadap gambaran histologi diameter alveoli pada paru tikus putih jantan (<em>Rattus norvegicus</em>) secara eksperimental. Penelitian dilakukan pada 25 tikus jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu K- (Kontrol negatif selama 14 hari), Rk1 (Rokok konvensional selama 7 hari dilanjutkan ekstrak tembakau selama 7 hari), Rk2 (Rokok konvensional selama 14 hari), NV (Nikotin vape secara inhalasi selama 14 hari), dan NT (Ekstrak tembakau secara inhalasi selama 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inhalasi vape, ekstrak tembakau, dan asap rokok memiliki pengaruh terhadap gambaran histologi diameter alveoli. Rata-rata diameter alveoli K- adalah sebesar 360.13 µm<sup>2</sup>. Diameter terlebar dari semua perlakuan dibandingkan dengan K- adalah kelompok Rk2 dengan rata-rata diameter alveoli sebesar 2920.43 µm<sup>2</sup>. Penelitian selanjutnya diharapkan meneliti dengan parameter atau organ lainnya dan jangka waktu penelitian yang lebih lama.</p>2022-12-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022 https://prosiding.karyasains.or.id/index.php/AFKSI2022/article/view/14SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS IN PREGNANCY: THE NEW CHALLENGE2022-12-27T18:45:19+00:00Helen Octaviayayasan@karyasains.or.idRyan Rizky Fauzyyayasan@karyasains.or.idMuhammad Fadhil Ihsan Pratamayayasan@karyasains.or.idSalmon Charles P.T Siahaanyayasan@karyasains.or.id<p><em>Systemic Lupus Erythematosus</em><em> </em>(SLE) adalah suatu penyakit pada wanita usia produktif yang menyerang sistem kekebalan tubuh atau disebut juga sebagai penyakit autoimun yang dapat berdampak ke berbagai organ. Wanita hamil dengan SLE secara umum memiliki risiko mengalami kejadian preeklampsia, abortus, pertumbuhan janin terhambat (PJT), prematuritas, sindroma neonatus lupus eritematosus (NLE), hingga kematian janin. Metode penelitian yang digunakan beruapa <em>literature review</em> dengan mengkaji tujuh artikel yang sudah ditemukan melalui database <em>google scholar</em> dengan menggunakan kata kunci pencarian berupa <em>Systemic Lupus Erythematosus in pregnancy </em>atau penyakit lupus pada kehamilan. Kesimpulan penelitian ini adalah penyakit lupus pada seorang wanita hamil dapat menimbulkan berbagai variasi gejala dan dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan pada kehamilan baik pada maternal maupun luaran neonatal.</p>2022-12-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2022