Learning Burnout Sebagai Dampak Paparan E-Learning Selama Pandemi

Penulis

  • Oktarina Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Dede Renovaldi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Aulia Adilah Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Kata Kunci:

Learning burnout, elearning, distance learning, online learning, pendidikan dokter

Abstrak

Latar Belakang : E-learning merupakan bentuk pembelajaran elektronik atau alat pembelajaran yang mengubah metode pembelajaran menjadi berbasis online. Kendala dalam e-learning antara lain kurangnya konsentrasi, pemahaman, masifnya materi pembelajaran, terbatasnya interaksi, serta perasaan terisolasi. Learning burnout (LBO) merupakan kombinasi antara kelelahan emosional, sinisme, dan ketidakefektifan akademik yang dipicu oleh faktor seperti aktivitas yang masif dan tingginya tuntutan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi hubungan antara durasi paparan e-learning dengan terjadinya LBO pada mahasiswa kedokteran. 

Subjek dan Metode : Studi observasional analitik ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) pada Maret-Juni 2021. Subyek adalah mahasiswa aktif kedokteran tahap preklinik, dan 345 orang dilibatkan melalui teknik convenience sampling. Kuesioner yang diadaptasi dari Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) digunakan untuk mengukur LBO, kemudian skor dikategorikan berdasarkan median menjadi kelompok rendah dan sedang. Kuesioner paparan e-learning dikembangkan oleh peneliti untuk mengidentifikasi jumlah jam/minggu penggunaan e-learning. Nilai Chronbach alpha dari kuesioner ini adalah 0,84.

Hasil: Regresi logistik digunakan untuk menganalisis hubungan durasi paparan e-learning dengan LBO. Nilai p adalah 0,046 (Sig.) dengan CI 1-1,04, dengan nilai Exp(B) 1,02.

Kesimpulan: Berdasarkan hasil Exp(B), mahasiswa yang mengalami paparan durasi e-learning perhari lebih tinggi  berisiko mengalami LBO 1,02 kali lebih besar daripada yang terpapar e-learning rendah. Kegiatan pembelajaran perlu dirancang secara proporsional dengan mempertimbangkan kegiatan belajar mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa. Dengan demikian, paparan e-learning berlebihan dapat dihindari, dan mahasiswa memiliki cukup waktu untuk kegiatan rekreasi lainnya.

Unduhan

Diterbitkan

2022-12-25